Justice maybe blind, but (when) it can see in the dark…… ????
Hari ini, ada kejadian yang begitu menabrak pikiran saya…dan
mengobrak-abrik perasaan saya.
Pernahkan anda membayangkan diri anda mengalami kejadian
berikut,
Pagi hari anda berangkat kerja ke kantor….namun, sore hari
anda pulang tanpa pekerjaan.
Dipecat? Dirumahkan?
Apapun istilahnya.
Terbayangkah oleh anda, apa yang akan anda katakan kepada
keluarga yang menggantungkan isi perutnya pada anda?
Terbayangkah oleh anda, kemana anda akan pergi esok
pagi…untuk menghindari pertanyaan
keluarga anda, bila anda tidak ingin keluarga anda tahu?
Terbayangkah oleh anda, apabila anak anda sedang sakit dan
membutuhkan uang anda untuk mengobati sakitnya?
Mungkin bagi orang yang tidak sanggup membayangkan dan tidak
kuat menanggungnya…yang akan terbayang oleh nya hanyalah kegelapan, yang tanpa
dia sadari, menuntunnya melangkah ke lantai tertinggi sebuah gedung dan
berharap agar terjun bebas akan mengakhiri segala kegelapan itu.
Ya…hari ini, seorang satpam yang saya kenal…di “rumahkan”…
dengan alasan kontraknya tidak diperpanjang, padahal dia sudah bekerja
bertahun-tahun.
Apa sebenernya yang terjadi?
Banyaknya kehilangan yang terjadi di tempatnya bekerja…mulai
dari handphone sampai laptop, membuatnya seakan harus bertanggung jawab,
meskipun bila dilihat kasusnya…tidak beralasan untuk menuduhnya, dan tidak ada
bukti-bukti.
Seperti rumor yang ada, ya…karena tidak ditemukan siapa
pelakunya, maka harus ada yang “bertanggungjawab” dan “dikorbankan”.
Saya tidak membela siapa pun.
Apakah sungguh dia tidak melakukannya? … only God knows.
Apakah perusahaan melakukan kesalahan dengan
memberhentikannya? …. Only God knows.
Apakah “pengorbanan” ini benar akan meniadakan kemungkinan
hal yang sama akan terulang kembali, karena timbulnya rasa takut dengan melihat
apa yang terjadi pada “korban”?… Only
God knows.
Namun…. Only God knows too, dan hanya Tuhan yang bisa melakukan perhitungan terhadap pelaku
sesungguhnya.
Justice maybe blind, but it can see in the dark….
Tapi kapan?
Silahkan anda tonton sendiri acara kupas tuntas, atau yang
sejenisnya.. saya tidak hapal nama acaranya. Berapa banyak kesalahan yang
dilakukan oleh hukum, dengan menghukum orang yang tidak bersalah?
Bahkan belasan tahun seseorang dipenjara, sampai akhirnya
ditemukan bahwa dia tidak bersalah.
Lantas, apa yang dilakukan oleh Keadilan untuk menebus belasan
tahun yang telah dia derita?
Bila HUKUM bersalah, lantas siapa yang akan mengHUKUMnya?
Siapapun kita, dapat melakukan kejahatan, baik disengaja
maupun tidak disengaja.
Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kejahatan atau kesalahan
yang kita perbuat..ditanggung oleh orang lain? Di derita oleh orang lain?
Pencuri yang tidak tertangkap mungkin akan merasa dirinya
hebat.
Namun pernah pencuri itu berpikir bahwa, ada orang lain yang
HARUS DITANGKAP, demi SELESAI nya KASUS dan demi TIDAK ADANYA LAGI yang berani
berbuat hal yang sama???
Apa jadinya bila orang yang tidak semestinya ditangkap itu
merupakan tempat selusin anggota keluarga menggantungkan isi perut padanya???
Setiap kejadian buruk dalam hidup saya, saya mempercayai
bahwa hal itu terjadi hanya karena 3 hal :
1. Karena merupakan bagian dari rencana Tuhan
2. Karena kesalahan diri saya sendiri
3. Karena kesalahan orang lain
Seringkali kita mendengar orang berkata demikian apabila
kemalangan menimpa dirinya, “Yah..mungkin ini memang sudah kehendak Tuhan untuk
menguji saya”
Apakah benar selalu demikian?
Bayangkanlah, bila ada seseorang yang sudah patuh berjalan
dengan baik dan benar di sisi pejalan kaki yang jauh dari jalan raya. Namun
tiba-tiba orang tersebut cacat parah karena ditabrak oleh seorang pengemudi
yang mabuk?
Apakah kehendak Tuhan, orang tersebut cacat? …… Tuhan tidak
pernah merencanakan sesuatu yang buruk bagi umat Nya.
Apakah ini kesalahan si pejalan kaki itu? …. Tidak, dia sudah berjalan dengan benar dan
memenuhi peraturan.
Apakah karena kesalahan orang lain? …. Ya tentu saja, karena
dia sudah mabuk.
Akhirnya semua kejadian hari ini, saya tutup malam ini dengan
sebuah perenungan bagi diri saya sendiri.
Pernahkah saya melakukan suatu kesalahan yang mengakibatkan
orang lain menanggung akibatnya? Kemungkinan besar pernah… dan saya memohon
ampun pada Tuhan atas itu.
Akhirnya saya sungguh-sungguh mengerti dan memahami sebuah
quote yang sangat-sangat saya sukai akhir-akhir ini :
I get peace, knowing that
what I have done in the day will allow me to sleep well at night. I get peace,
knowing that what I am doing now will not give me grief or regret in my old age
- venerable manko.
November 13th, 2007 at 6:47 pm
Akhirnya….fiuh…nice one….
Mengomentari hal ini gue cuma ingat 1 firman :
” Tuhan nga akan memberikan pencobaan melebihi kekuatan umatNya”
November 14th, 2007 at 2:48 am
Luar biasa….
Refleksi mendalam yang muncul dari sebuah realitas kehidupan sehari-hari yang nyata. Analisa tajam, lugas, pun pula beraroma dan bernuansa religius.
Keep on writing….. it’s a thoughtful refection. GB.
November 14th, 2007 at 10:52 pm
yach sedih memang klo qta yang mengalami hal itu.tapi dibalik kejadian itu Tuhan pasti punya rencana yang indah buat dia.mungkin setelah itu dia mendapat pekerjaan yang lebih baik (amieeen)……dan lewat kejadian itu,Tuhan pasti ingin mengingatkan k`lo qta harus berhati2 dalam melakukan segala hal.dan satu lagi mudah2an orang yg bikin keonaran seperti itu akan mendapat ganjaran yg setimpal.